Blora, sebuah kabupaten yang memiliki potensi alam pohon jati dan pertanian tidak bisa kita pandang sebelah mata. pasokan kayu untuk bahan mebel sebagian besar diambil dari kabupaten yang juga memiliki ladang minyak terbanyak itu. banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi untuk dijadikan sebagai obyek wisata keluarga.
Geografi
Peta administrasi Kabupaten Blora.
Peta Administrasi Kabupaten Blora
Lahan pertanian di Kabupaten Blora.
Jalan daerah di Kabupaten Blora.
Jalan Raya Kunduran Menuju Kota Blora
Jalan Raya Blora - Cepu Masuk Kecamatan Cepu
Jalan Raya Cepu Menuju Kota Blora
Jalan Pemuda Kota Blora
Jalan Pemuda Blora menuju arah Semarang
Hutan jati di Kabupaten Blora.
Separuh dari wilayah Kabupaten Blora merupakan kawasan hutan, terutama di bagian utara, timur, dan selatan. Dataran rendah di bagian tengah umumnya merupakan areal persawahan.
Sebagian besar wilayah Kabupaten Blora merupakan daerah krisis air (baik untuk air minum maupun untuk irigasi) pada musim kemarau, terutama di daerah pegunungan kapur. Sementara pada musim penghujan, rawan banjir longsor di sejumlah kawasan.
Kali Lusi merupakan sungai terbesar di Kabupaten Blora, bermata air di Pegunungan Kapur Utara (Rembang), mengalir ke arah barat melintasi kota Purwodadi yang akhirnya bergabung dengan Kali Serang.
Bahasa
Berdasarkan tutur bahasa Jawa, dialek bahasa Jawa Blora merupakan bahasa pergaulan dan termasuk tataran ngoko atau bahasa kasar. Jadi, di daerah Blora tataran Krama (halus) maupun Madya (biasa, campuran krama dan ngoko) tetap digunakan selain tataran dialek pergaulan ngoko kasar tersebut.Madya adalah salah satu tingkatan bahasa Jawa yang paling umum dipakai di kalangan orang Jawa. Tingkatan ini merupakan bahasa campuran antara ngoko dan krama, bahkan kadang dipengaruhi dengan bahasa Indonesia. Bahasa madya ini mudah dipahami dan dimengerti.
Bahasa yang digunakan di daerah kabupaten Blora adalah bahasa Indonesia dan bahasa Jawa Blora dalam tingkat tutur ngoko, madya maupun krama oleh penggunanya masing-masing (formal "mis: pidato tema-solving-analisa, dll" maupun non formal dalam wawancara atau dialog percakapan - lancar / njagong;epyek).
Pembagian administratif
Kabupaten Blora terdiri atas 16 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 271 desa dan 24 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Blora. Di samping Blora, kota-kota kecamatan lainnya yang cukup signifikan adalah Cepu, Jiken, Ngawen, Randublatung, dan Kunduran.Berikut adalah kecamatan di Kabupaten Blora:
| Kecamatan | Luas Km2 |
|---|---|
| Kota Blora | 79,786 |
| Cepu | 49,145 |
| Randublatung | 211,13 |
| Kunduran | 127,983 |
| Jepon | 107,724 |
| Ngawen | 100,982 |
| Jati | 183,621 |
| Jiken | 168,167 |
| Banjarejo | 103,522 |
| Bogorejo | 49,805 |
| Japah | 103,052 |
| Kradenan | 109,508 |
| Kedungtuban | 106,858 |
| Sambong | 88,750 |
| Todanan | 128,739 |
| Tunjungan | 101,815 |
- Blora Pusat : Kota Blora , Jepon , Tunjungan
- Blora Barat : Kunduran , Jati
- Blora Timur : Bogorejo , Cepu , Jiken , Sambong
- Blora Tengah : Ngawen , Banjarejo
- Blora Selatan : Kradenan , Randublatung , Kedungtuban
- Blora Utara : Todanan , Japah
Tokoh
Tokoh terkenal asal Kabupaten Blora adalah:Tokoh kolosal
- Aryo Penangsang
- Pocut Meurah Intan, pejuang Aceh yang dibuang Belanda ke Blora dan meninggal serta dimakamkan di Desa Temurejo, Blora.
Tokoh politik
- Tirto Adhi Soerjo
- Marco Kartodikromo
- Pramoedya Ananta Toer
- Ali Moertopo
- Mukti Ali
- LB Moerdani
- Samin Surosentiko pelopor Ajaran Samin (Saminisme).
- Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo
- Mas Sutardjo Kertohadikusumo; pencetus Petisi Sutarjo
- Prasetyo
Tokoh selebriti
Perwakilan
DPRD Kabupaten Blora Hasil PILEG 2014 dari 12 Parpol. Ketua DPRD Blora Bambang Susilo asal Partai Demokrat dari Dapil IV (Kunduran, Todanan, Japah)| Partai | Kursi |
|---|---|
| Golkar | 8 |
| Partai Demokrat | 8 |
| PDIP | 6 |
| PKB | 5 |
| PKS | 5 |
| PPP | 5 |
| Gerindra | 4 |
| Nasdem | 3 |
| Hanura | 1 |
| PAN | 0 |
| PBB | 0 |
| PKPI | 0 |
| Total | 45 |
Daftar Bupati Blora
Berikut ini adalah daftar Bupati Blora.Wakil Bupati Blora.
| No | Foto | Nama | Mulai Jabatan | Akhir Jabatan | Keterangan |
| 1. | R.M Yudhi Sancoyo | 1999 | 2007 | ||
| 2. | H.Abu Nafi | 13 Juni 2010 | Agustus 2015 | ||
| 3. | Arief Rohman | 17 Febuari 2016 | Sekarang |
Sejarah Blora
Pemanfaatan lahan hutan dengan penanaman padi gogo di Kabupaten Blora.
Asal usul nama Blora
Menurut cerita rakyat Blora berasal dari kata BELOR yang berarti lumpur, kemudian berkembang menjadi mbeloran yang akhirnya sampai sekarang lebih dikenal dengan nama BLORA.Secara etimologi Blora berasal dari kata WAI + LORAH. Wai berarti air, dan Lorah berarti jurang atau tanah rendah.
Dalam bahasa Jawa sering terjadi pergantian atau pertukaran huruf W dengan huruf B, tanpa menyebabkan perubahan arti kata. Sehingga seiring dengan perkembangan zaman kata WAILORAH menjadi BAILORAH, dari BAILORAH menjadi Balora dan kata Balora akhirnya menjadi Blora.
Jadi nama Blora berarti tanah rendah berair, ini dekat sekali dengan pengertian tanah berlumpur.
Blora Era Kerajaan di bawah Kadipaten Jipang
Blora di bawah Pemerintahan Kadipaten Jipang pada abad XVI, yang pada saat itu masih di bawah pemerintahan Demak. Adipati Jipang pada saat itu bernama Aryo Penangsang, yang lebih dikenal dengan nama Aria Jipang. Daerah kekuasaan meliputi:Pati, Lasem, Blora, dan Jipang sendiri. Akan tetapi setelah Jaka Tingkir (Hadiwijaya) mewarisi takhta Demak, pusat pemerintahan dipindah ke Pajang. Dengan demikian Blora masuk Kerajaan Pajang.
Blora di bawah Kerajaan Mataram
Kerajaan Pajang tidak lama memerintah, karena direbut oleh Kerajaan Mataram yang berpusat di Kotagede Yogyakarta. Blora termasuk wilayah Mataram bagian Timur atau daerah Bang Wetan.Pada masa pemerintahan Paku Buwana I (1704-1719) daerah Blora diberikan kepada putranya yang bernama Pangeran Blitar dan diberi gelar Adipati. Luas Blora pada saat itu 3.000 karya (1 karya = ¾ hektare). Pada tahun 1719-1727 Kerajaan Mataram dipimpin oleh Amangkurat IV, sehingga sejak saat itu Blora berada di bawah pemerintahan Amangkurat IV.
Blora pada zaman Perang Mangkubumi (tahun 1727–1755)
Pada saat Mataram di bawah Paku Buwana II (1727-1749), terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Mangku Bumi dan Mas Sahid, Mangku Bumi berhasil menguasai Sukawati, Grobogan, Demak, Blora, dan Yogyakarta. Akhirnya Mangku Bumi diangkat oleh rakyatnya menjadi raja di Yogyakarta.Berita dari Babad Giyanti dan Serat Kuntharatama menyatakan bahwa Mangku Bumi menjadi raja pada tanggal 1 Sura tahun Alib 1675, atau 11 Desember 1749. Bersamaan dengan diangkatnya Mangku Bumi menjadi raja, maka diangkat pula para pejabat yang lain, di antaranya adalah pemimpin prajurit Mangkubumen, Wilatikta, menjadi Bupati Blora.
Blora di bawah Kasultanan Perang Mangku Bumi diakhiri dengan perjanjian Giyanti, tahun 1755, yang terkenal dengan nama 'palihan negari', karena dengan perjanjian tersebut Mataram terbagi menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Surakarta di bawah Paku Buwana III, sedangkan Yogyakarta di bawah Sultan Hamengku Buwana I. Di dalam Palihan Negari itu, Blora menjadi wilayah Kasunanan sebagai bagian dari daerah Mancanegara Timur, Kasunanan Surakarta. Akan tetapi Bupati Wilatikta tidak setuju masuk menjadi daerah Kasunanan, sehingga dia pilih mundur dari jabatannya
Blora sebagai kabupaten
Sejak zaman Pajang sampai dengan zaman Mataram, Kabupaten Blora merupakan daerah penting bagi Pemerintahan Pusat Kerajaan, hal ini karena Blora terkenal dengan hutan jatinya.Blora mulai berubah statusnya dari apanage menjadi daerah kabupaten pada hari Kamis Kliwon, tanggal 2 Sura tahun Alib 1675, atau tanggal 11 Desember 1749 Masehi, yang sampai sekarang dikenal dengan HARI JADI KABUPATEN BLORA. Adapun Bupati pertamanya adalah WILATIKTA.
Perjuangan rakyat Blora menentang penjajahan
Perlawanan Rakyat Blora yang dipelopori petani muncul pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Perlawanan petani ini tak lepas dari makin memburuknya kondisi sosial dan ekonomi penduduk pedesaan pada waktu itu.Pada tahun 1882, pajak kepala yang diterapkan oleh Pemerintah Penjajah sangat memberatkan bagi pemilik tanah (petani). Di daerah-daerah lain di Jawa, kenaikan pajak telah menimbulkan pemberontakan petani, seperti peristiwa Cilegon pada tahun 1888. Selang dua tahun kemudian seorang petani dari Blora mengawali perlawanan terhadap pemerintahan penjajah yang dipelopori oleh Samin Surosentiko.
Gerakan Samin sebagai gerakan petani antikolonial lebih cenderung mempergunakan metode protes pasif, yaitu suatu gerakan yang tidak merupakan pemberontakan radikal bersenjata.
Beberapa indikator penyebab adanya pemberontakan untuk menentang kolonial penjajah Belanda antara lain:
- Berbagai macam pajak diimplementasikan di daerah Blora
- Perubahan pola pemakaian tanah komunal
- Pembatasan dan pengawasan oleh Belanda mengenai penggunaan hasil hutan oleh penduduk
Situs-situs kuno
Kerajinan kayu jati
Kerajinan barongan
Waduk Tempuran Kabupaten Blora
Waduk Greneng
Situs fosil fauna purba
Lokasi situs fosil hewan purba terletak di Dukuh Kawung dan Singget, Desa Menden dan Dukuh Sunggun, Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Lokasinya berada di tepian daerah aliran sungai Bengawan Solo dan berjarak kurang lebih 65 km arah selatan dari Kota Blora. Di Lokasi ini telah ditemukan fosil Kepala kerbau purba, kura-kura purba, dan Gajah Purba. Diperkirakan umur fosil antara 200.000-300.000 tahun. Fosil ini awalnya ditemukan oleh penduduk kemudian diamankan oleh Yayasan Mahameru. Sekarang sedang diteliti oleh ahli antropologi dari Bandung, Fahrul Azis dan tim dari Wolongong University, Australia, yang dipimpin Gertz Vandenburg.Situs Wura-Wari
Lokasi situs Wura-Wari ini terletak di desa Ngloram. Haji Wura-Wari adalah penguasa bawahan (vasal) yang pada tahun 1017 Masehi menyerang Kerajaan Mataram Hindu (semasa Raja Darmawangsa Teguh). Saat itu Kerajaan Mataram Hindu berpusat di daerah yang sekarang dikenal dengan Maospati, Magetan, Jawa Timur. Serangan dilakukan ketika pesta pernikahan putri Raja Darmawangsa Teguh dengan Airlangga, yang juga keponakan raja, sedang dilangsungkan. Membalas dendam atas kematian istri, mertua, dan kerabatnya, Airlangga yang lolos dari penyerangan dan tinggal di Wanagiri (di daerah perbatasan Jombang-Lamongan), akhirnya balik menghancurkan Haji Wura-Wari. Namun, sebelumnya Haji Wura-Wari terlebih dahulu menyerang Airlangga sehingga dia terpaksa mengungsi dan keluar dari keratonnya di Wattan Mas (sekarang Kecamatan Ngoro, Pasuruan, Jawa Timur). Serangan balik Airlangga, yang ketika itu sudah dinobatkan menggantikan Darmawangsa Teguh, ditulis dalam Prasasti Pucangan (abad XI) yang terjadi pada tahun 1032 M. Serangan itu pula yang memperkuat dugaan batu bata kuno berserakan di sekitar situs tersebut. Situs yang ditemukan tim ekspedisi berada di tengah tegalan, di tepi persawahan, berupa tumpukan batu bata kuno berlumut yang kini dijadikan areal pemakaman. Sejak tahun 2000, telah dikumpulkan serpihan batu bata kuno berukuran 20 x 30 sentimeter dengan tebal sekitar 4 cm, serpihan keramik, serta serpihan perunggu yang kini disimpan di Museum Mahameru. Temuan di situs itu memperkuat isi Prasasti Pucangan bertarikh Saka 963 (1041/1042 Masehi) yang pernah diuraikan ahli huruf kuno (epigraf) Boechori dari Universitas Indonesia. Boechori menyebutkan, "Haji Wura-Wari mijil sangke Lwaram". Mijil mempunyai arti keluar (muncul dari). Hasil analisis toponimi (nama tempat), kemungkinan nama Lwaram berubah menjadi Desa Ngloram sekarang. “Pelesapan konsonan ’w’, penyengauan di awal kata, dan perubahan vokal ’a’ menjadi ’o’ menjadikan nama lama Lwaram menjadi Ngloram sekarang. Penjelasan seperti itu pula yang membantah berbagai pendapat terdahulu yang menyebutkan Haji Wura-Wari berasal dari daerah Indocina atau Sumatera sebagai koalisi Sriwijaya. Cepu memiliki data arkeologis, toponimi, dan geografis kuat untuk melokasikannya di tepian Bengawan Solo di Desa Ngloram.Petilasan Kadipaten Jipang Panolan
Petilasan Kadipaten Jipang Panolan berada di Desa Jipang, sekitar 8 kilometer dari Cepu. Petilasannya berwujud makam Gedong Ageng yang dahulu merupakan pusat pemerintahan dan bandar perdagangan Kadipaten Jipang. Di tempat tersebut juga terlihat Petilasan Siti Hinggil, Petilasan Semayam Kaputren, Petilasan Bengawan Sore, dan Petilasan Masjid.Ada juga makam kerabat kerajaan, antara lain makam R. Bagus Sumantri, R. Bagus Sosrokusumo, R. A. Sekar Winangkrong, dan Tumenggung Ronggo Atmojo. Di sebelah utara Makam Gedong Ageng, terdapat Makam Santri Songo. Disebut demikian karena di situ ada sembilan makam santri dari Kerajaan Pajang yang dibunuh oleh prajurit Jipang karena dicurigai sebagai telik sandi atau mata-mata Sultan Hadiwijaya.
Perekonomian
Pertanian merupakan sektor utama perekonomian di Kabupaten Blora. Pada subsektor kehutanan, Blora adalah salah satu daerah utama penghasil kayu jati berkualitas tinggi di Pulau Jawa.Daerah Cepu sejak lama dikenal sebagai daerah tambang minyak bumi, yang dieksploitasi sejak era Hindia Belanda. Blora mendapat sorotan internasional ketika di kawasan Blok Cepu ditemukan cadangan minyak bumi sebanyak 250 juta barel. Bulan Maret 2006 Kontrak Kerja Sama antara Pemerintah dan Kontraktor (PT. Pertamina EP Cepu, Exxon Mobil Cepu Ltd, PT Ampolex Cepu telah ditandatangani, dan Exxon Mobil Cepu Ltd. ditunjuk sebagai operator lapangan, sesuai kesepakatan Joint Operating Agreement (JOA) dari ketiga kontraktor tersebut, perkembangan terakhir untuk saat ini Plan Of Development (POD)I Lapangan Banyu Urip telah disahkan Menteri ESDM.
Namun ironinya, walau Blora terkenal dengan hutan Jati dan Minyak bumi yang dikelola sejak zaman kolonial Belanda sampai dengan pemerintah NKRI sekarang ini, tetapi perekonomian rakyat Blora termasuk salah satu yang terendah di Jawa Tengah. Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki oleh kabupaten Blora ternyata tidak mampu mengangkat taraf kehidupan dan taraf ekonomi masyarakatnya. Hal ini disebabkan karena semua hasil SDA dinikmati oleh pemerintah pusat dan pegawai perusahaan yang sebagian besar dari luar Blora, tanpa ada program yang jelas untuk meningkatkan perekonomian rakyat sekitar.
Transportasi
Bengawan Solo di Cepu.
Bus
Blora dilalui jalan provinsi yang menghubungkan Kota Semarang dengan Surabaya lewat Purwodadi. Jalur ini cukup ramai, jika dibandingkan dengan jalur Semarang-Surabaya lewat Rembang, karena kondisi jalannya yang kalah lebar. Blora juga dapat dicapai dengan menempuh jalur Semarang-Kudus-Rembang-Blora. Blora sendiri setidaknya memiliki tiga terminal bus tipe B; yaitu Terminal Gagak Rimang di Kecamatan Blora, Terminal Lama Blora dekat Stasiun Blora, dan Terminal Cepu di Cepu. Terminal Cepu ini juga memiliki tiga subterminal bertipe C; diantaranya Subterminal Kunduran, Subterminal Ngawen, dan Subterminal Randublatung.Kereta api
Jalur kereta api melewati wilayah Kabupaten Blora, namun tidak melintasi ibukota kabupaten ini. Jalur tersebut melintas di bagian selatan. Stasiun kereta api Cepu merupakan yang terbesar, di mana berhenti kereta api jurusan Surabaya-Jakarta (KA Sembrani), Surabaya-Semarang (KA Rajawali), serta kereta api lokal Semarang-Bojonegoro (KRD). Pada jalur kereta Semarang-Demak-Godong-Purwodadi-Wirosari-Kunduran-Blora-Cepu sebenarnya terdapat empat stasiun yang kini sudah tak beroperasi, yaitu Stasiun Kunduran, Stasiun Ngawen, Stasiun Blora, dan Stasiun Jepon. Jalur kereta itu sendiri saat ini sudah tidak difungsikan lagi.Pesawat
Blora terdapat moda trasportasi jalur udara dengan adanya Bandar Udara Ngloram.Pariwisata
Tim Vertebrata Dinas Geologi Bandung membersihkan temuan fosil gajah purba di meander Bengawan Solo, Blora Selatan, April 2009. Fosil purba sering ditemukan di deretan Pegunungan Kendeng, Pulau Jawa.
Replika gajah purba yang ditempatkan di ruang khusus yang dibangun di
depan gedung Sasana Bakti di kawasan Alun-alun Blora. Replika lainya dan
fosil aslinya berada di Museum Geologi Bandung.
- Waduk Greneng, di Desa Tunjungan
- Goa Terawang, di Desa Kedungwungu
- Waduk Tempuran, di Desa Tempuran
- Kampoeng Bluron, di Desa Tempuran
- Waduk Bentolo, di Desa Tinapan
- Wisata Kereta Lokomotif Cepu, di Kota Cepu
- Pemandian Sayuran, di Desa Soko
- Taman Rekreasi Tirtonadi, di kelurahan Kedungjenar
- Taman Water Splash Sarbini, di JL.JEND.Ahmad Yani kelurahan Karangjati
- Gunung Manggir, di Desa Ngumbul
- Ara-Ara Kesanga, di Desa Gabusan
- Goa Sentono, di Desa Mendenrejo
- Gunung Pencu, di Desa Bogorejo
- Blora City Park, di kelurahan Bangkle
- Taman Seribu Lampu, di Kota Cepu
- Taman Mustika, di pusat kota Blora tepatnya Jalan Pemuda Kelurahan Kedungjenar
- Taman Patung Sate di dekat perbatasan kabupaten sebelah barat yaitu di Desa GagaanTaman Patung Sate Desa Gagaan Kecamatan Kunduran
- Air Terjun Temajang, di Banjarejo
- Kampoeng Gojekan, di Desa Tempuran
- Desa Wisata, di Desa Tempuran
- Sendang Banyu Biru , di Desa Kedungwungu
- Air Terjun Kedung Mansur, di desa Jatisari
Perayaan
Blora mempunya beberapa acara perayaan, yaitu:- Blora Expo, di desa Gersi
- Blora Barongan Festival (BBF), di desa Gersi
- Parade Seni Budaya Blora, di desa Gersi
- Gas Deso atau Sedekah Bumi
- Kirab Budaya hari jadi Kabupaten Blora
Pusat Perbelanjaan
mall dan swalayan di Blora:
Luwes Blora Pusat Perbelanjaan Modern terbesar di Blora
MD Mall Blora
Gajah Mas Centre
Bravo Mall Cepu
- Luwes Mall Blora
- MD Mall Blora
- Alfim Swalayan Blora
- Gajah Mas swalayan Blora
- Gajah Mas Centre Blora
- Morodadi Swalayan Blora
- Bravo Mall Cepu
- Blok T Blora
- Cepu City Center
- Pasar Induk Kota Blora
- Pasar Modern Jepon
- Pasar Medang (Blok M)
- Pasar Jiken
- Pasar Sambong
- Pasar Induk Cepu
- Pasar Kedungtuban
- Pasar Menden
- Pasar Randublatung
- Pasar Doplang
- Pasar Kunduran
- Pasar Todanan
- Pasar Japah
- Pasar Tunjungan
- Pasar Banjarejo
- Pasar Puledagel
- Pasar Bleboh
- Pasar Pelem
- Pasar Ponan
- Pasar Ngronggah
- Pasar Tinapan
- Pasar Ngawen
Kesenian
Kesenian khas Blora adalah:- Barongan Gembong Amijoyo
- Tayub
- Ketoprak
- Wayang kulit
- Wayang krucil
- Kentrung
Kuliner khas Blora
Makanan
Makanan khas Blora adalah:- Soto Klethuk khas Blora
- Sate Ayam Blora
- Sate Kambing Blora
- Manco
- Iwak Asin Sego Jagung
- Oseng-Oseng Ungker
- Lontong tahu
- Betiti
- Egg Roll Waloh khas Blora
- Tahu Pentol khas Blora
- Grontol Jagung khas Blora
- Mie Puyang Kuah
- Mie Puyang tanpa kuah
- Mangut ikan panggang
Minuman
Minuman khas Blora adalah:Potensi
- Minyak bumi di desa Cepu
- Batik Blora di desa Klopoduwur dan desa Blumbangrejo
- Gula Merah di desa Sendangwates
- Sentra Kerajinan Kayu Jati, di Desa Jepon
- Sentra Tanaman Kelor Indonesia, di Kecamatan Kunduran
- Sentra Gas Alam , di Desa Sumber
Pendidikan
| Pendidikan formal | TK atau RA | SD atau MI | SMP atau MTs | SMA atau MA | SMK | Perguruan tinggi | Lainnya | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Negeri | 1 | 647 | 60 | 9 | 2 | 0 | 0 | |||||
| Swasta | 518 | 76 | 78 | 33 | 26 | 1 | 2 | |||||
| Total | 519 | 723 | 138 | 42 | 28 | 1 | 2 | |||||
| Data sekolah di Kabupaten Blora Sumber:[2] |
||||||||||||
Perguruan tinggi
Kabupaten Blora memiliki beberapa perguruan tinggi, yaitu:- Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe Cepu
- STAI Muhammadiyah Blora
- Akademi Minyak dan Gas Bumi, di Jl. Srogo No. 1 Cepu
- STAI Al-Muhammad
- STAI Khozinatul Ulum
Kesehatan
Fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Blora:- RSUD Dr. R Soetijono Blora, tipe C: Jl. Dr Sutomo No.42 Blora
- RSU Suprapto Cepu, tipe C: Jl. RSU No.50 Cepu
- RS PPT Migas Cepu: Jl. Diponegoro No.9 Cepu
- Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Cepu: J. RSU Cepu
- RS Permata: Jl. Reksodiputro No.57 Blora
Radio
Beberapa stasiun radio di Kabupaten Blora:- RSPD Blora (RSPD Gagak Rimang), AM 711 kHz
- Radio Blora Sakti (RBS), AM 909v kHz
- Radio GPN FM, FM 92.5 MHz
- Radio M.9 (Radio Elshinta), FM 92.0 MHz
- Radio Raka fm,98.7 MHz
- Radio Thomson, FM 94.1 MHz
- Radio XFM, FM 99.2 MHz
- Radio Citra FM, FM 100.8 MHz
- Radio Duta Suara FM, FM 102.7 MHz
- RSPD Blora (RSPD Gagak Rimang), FM 105.9 MHz
- Radio Gloria FM, FM 106.7 MHz
- Radio Sion Blora, FM 107.7 MHz
Julukan
Kota sate
Dujuluki kota sate, karena Blora terdapat sate khas dengan bumbu khas Blora.Kota barongan
Dijuluki kota barongan, karena Blora adalah kota yang paling gencar melestarikan seni budaya Barongan.Kota Samin
Dijuluki kota Samin, karena kota ini merupakan ibukota kabupaten yang masyarakatnya banyak terdapat masyarakat Samin, pusat kegiatannya berada di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora.Kota Kayu Jati
Dijuluki kota Kayu Jati, karena Blora merupakan penghasil kayu jati terbesar se pulau Jawa. Kayu Jati dari Blora dikenal memiliki kualitas paling baik se Indonesia, bahkan kayu jati Blora juga dikenal di mancanegara.Perencanaan
Patung Warak ngendok di Taman Pandanaran Semarang
- Taman Patung Barongan Blora
- Membangun jalur sepeda & becak
- Sawah Organik
- Blora Barongan Carnival
- Membangun TEAK LAND
sumber data : https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Blora
No comments:
Post a Comment